Haissem Hassan mencuri perhatian dunia setelah tampil impresif saat Mesir hampir membuat kejutan besar dengan menyingkirkan Argentina di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Penampilan pemain berusia 24 tahun itu menjadi salah satu kisah menarik dari fase gugur turnamen.

Sebelum laga tersebut, Haissem Hassan belum banyak dikenal di level internasional. Namun, aksinya di atas lapangan langsung memperlihatkan kualitas yang mampu merepotkan lini belakang sang juara bertahan.

Hassan menjadi kreator gol kedua Mesir melalui sebuah assist yang penting. Ia juga sempat mencetak gol spektakuler setelah menggiring bola dari area sendiri melewati beberapa pemain Argentina, tapi akhirnya dianulir.

Ketika Hassan ditarik keluar pada menit ke-73, ancaman serangan balik Mesir ikut menurun. Situasi itu dimanfaatkan Argentina untuk bangkit hingga membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke perempat final.

Perjalanan Karier Haissem Hassan
Haissem Hassan saat ini membela Real Oviedo di kompetisi divisi 2 Spanyol. Musim 2025-2026 berjalan cukup biasa baginya dengan catatan 37 penampilan dan tiga assist.

Sebelum bergabung dengan Oviedo, Hassan sempat memperkuat Chateauroux di Prancis. Kariernya kemudian berlanjut bersama Villarreal, CD Mirandes, dan Sporting Gijon sebelum kembali mencari menit bermain secara reguler.

Di level internasional, Hassan baru mencatat tujuh penampilan bersama tim senior Mesir. Sebelumnya, pemain berkaki kiri itu pernah memperkuat tim nasional Prancis kelompok umur U-17.

Tampil Menjanjikan sebagai Penerus Mohamed Salah
Hassan beroperasi sebagai winger kanan dengan kaki dominan kiri. Karakter tersebut dinilai sesuai dengan kebutuhan Mesir untuk mempersiapkan regenerasi setelah era Mohamed Salah berakhir.

Produktivitas dan konsistensinya memang belum menonjol sepanjang musim. Akan tetapi, penampilannya melawan Argentina memperlihatkan potensi maksimal yang dapat ia capai ketika berada dalam performa terbaik.

Peluang Naik Kelas Setelah Piala Dunia
Penampilan apik Hassan diyakini masuk dalam radar banyak klub dari Eropa maupun Amerika. Klub-klub dengan anggaran terbatas biasanya memanfaatkan turnamen besar untuk menemukan pemain berkualitas yang belum memiliki nilai transfer tinggi.

Bermain di kasta kedua Liga Spanyol juga membuat Hassan menjadi opsi yang menarik di bursa transfer. Walau Mesir gagal melangkah lebih jauh, aksinya saat menghadapi Argentina sudah cukup memperlihatkan bahwa ia layak mendapat kesempatan tampil di level yang lebih tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *